Browsing "Older Posts"

Halo sahabat selamat datang di website jasalayanankesehatan.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya oleh - jasalayanankesehatan.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imunisasi pada anak sangat penting untuk mencegah penularan penyakit sejak dini. Jenis imunisasi yang harus diberikan pada si kecil juga sangat banyak, salah satunya vaksin hepatitis A. Seberapa penting vaksin ini? Apakah harus tetap diberikan meski sudah melakukan imunisasi hepatitis B? Berikut penjelasannya.

Apa itu vaksin hepatitis A?

vaksin pcv

Imunisasi hepatitis A adalah cara untuk mencegah infeksi virus penyebab hepatitis A (HAV). Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang sangat menular. Virus HAV menginfeksi bagian hati secara akut sehingga mengakibatkan peradangan.

Apa perbedaannya dengan hepatitis B? Mengutip dari Mayo Clinic, hepatitis B ditularkan lewat cairan tubuh, seperti darah, air liur, sperma, atau cairan vagina. Ibu yang memiliki hepatitis B akan menularkan kepada bayi di dalam kandungannya.

Sementara itu pada hepatitis A, penyebarannya bisa dengan mudah ditularkan melalui konsumsi makanan dan minuman, melakukan hubungan seksual dengan penderita, atau terpapar feses yang telah mengandung virus hepatitis A.

Perilaku hidup tidak bersih dan sehat seperti jarang mencuci tangan atau tinggal di lingkungan yang tidak higienis juga dapat menjadi faktor risiko seseorang untuk terkena penyakit hepatitis A.

Orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis A biasanya akan mengalami sejumlah gangguan kesehatan seperti merasa kelelahan, demam, mual, muntah-muntah, dan penyakit kuning (jaundice). 

Sebaliknya, anak-anak memang secara umum justru tidak memperlihatkan gejala saat terkena infeksi virus hepatitis A. Namun, tetap menjadi carrier atau pembawa yang dapat menularkan virus. Kondisi ini justru jauh lebih berbahaya karena tidak terdeteksi.

Oleh sebab itu, pemberian imunisasi hepatitis A tidak hanya berdampak positif terhadap kesehatan pribadi saja. Namun juga bisa membasmi wabah penyakit yang merugikan banyak orang.

Bagaimana cara kerja vaksin hepatitis A?

umur berapa anak vaksin HPV

Mengutip dari WHO, ada dua tipe vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi virus hepatitis A. 

Pertama, Live attenuated vaccines, yang khusus diberikan untuk menghentikan wabah hepatitis A di India dan Tiongkok, dan vaksin HAV non-aktif (formaldehyde-inactivated vaccines), yang umum digunakan diberbagai negara lainnya.

Untuk orang dewasa biasanya terdapat vaksin kombinasi yang sekaligus dapat melawan infeksi virus hepatitis A dan B. Pada masing-masing pemberian, dosis imunisasi hepatitis A untuk anak-anak berumur 1 sampai 15 tahun adalah 0.5 ml.

Pada orang dewasa pemberian vaksin hepatitis A juga dilakukan sebanyak dua kali dengan rentang waktu 6 bulan setelah vaksinasi pertama. Dosis yang diberikan adalah 1 ml untuk setiap pemberian vaksin.

Namun untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan dengan kekebalan tubuh yang tinggi, mendapatkan satu dosis vaksin sudah cukup efektif untuk menangkal infeksi virus hepatitis A.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis A?

Bayi akan divaksin pada jadwal imunisasi bayi

Meskipun strategi pencegahan melalui pemberian imunisasi hepatitis A sudah gencar dilakukan oleh pemerintah atau badan kesehatan internasional WHO, sekelompok orang masih berisiko terjangkit penyakit ini.

Bayi dan anak-anak

Berdasarkan jadwal pemberian imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak membutuhkan dua kali penyuntikan vaksin hepatitis A dengan jarak pemberian 6-12 bulan. 

Pemberian imunisasi hepatitis A sudah bisa dilakukan sejak si kecil usia 24 bulan atau dua tahun sampai 18 tahun. Sebagai contoh jeda pemberiannya seperti di bawah ini:

  • Usia 24 bulan untuk suntikan pertama
  • Usia 3 tahun untuk suntikan kedua

Imunisasi Hepatitis A bisa diberikan pada bayi mulai 6 bulan kalau akan bepergian ke tempat yang memiliki kasus hepatitis A yang tinggi. 

Orang dewasa

Pada studi yang dipublikasikan Frontline Medical Communications menunjukkan bahwa orang dewasa termasuk ke dalam kelompok orang yang rentan terhadap paparan virus hepatitis A.

Ini membuat vaksin hepatitis A masih perlu diberikan untuk meredakan epidemi. Berikut beberapa kondisinya:

  • Akan berpergian ke tempat yang mengalami wabah penyakit hepatitis A (vaksin hepatitis A sebaiknya diberikan 2-4 minggu sebelum keberangkatan)
  • Pulang dari tempat yang terjangkit epidemi hepatitis A
  • Memiliki penyakit hati kronis
  • Tinggal bersama orang yang terinfeksi virus hepatitis A
  • Menjalani pengobatan yang menggunakan jarum suntik
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Bekerja dalam penelitian virus hepatitis A
  • Merawat atau berinteraksi dengan hewan primata yang terinfeksi

Bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui? Apakah aman melakukan vaksin hepatitis A? Mengutip dari Mother to Baby, ibu hamil dan menyusui tetap bisa mendapatkan imunisasi hepatitis A. 

Vaksin ini tidak berdampak buruk pada proses menyusui dan tidak menyebabkan keguguran pada ibu hamil.

Siapa yang tidak boleh diberikan vaksin hepatitis A?

vaksin hepatitis A

Manfaat imunisasi yaitu menjadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit hepatitis A. Namun ada beberapa kondisi yang membuat seseorang harus menunda, bahkan tidak boleh diberikan vaksin. 

Memiliki alergi yang mengancam jiwa

Memiliki reaksi alergi kronis yang mengancam keselamatan jiwa. Biasanya reaksi dari alergi akan muncul setelah mendapatkan vaksin hepatitis A. Oleh karena itu, tanyakan terlebih dahulu pada petugas kesehatan komponen apa saja yang terkandung pada vaksin tersebut.

Sakit ringan

Biasanya Anda tetap diperbolehkan mendapatkan vaksin hepatitis A jika mengalami batuk pilek atau merasa tidak enak badan. Namun jika mengalami penyakit parah, misalnya demam tinggi, makan pemberian vaksin dapat ditunda sampai Anda seratus persen pulih.

Apa efek samping vaksin hepatitis A?

vaksin hepatitis A

Seperti obat lainnya, vaksin juga memiliki efek samping meski umumnya ringan. Menurut WHO, imunisasi hepatitis A umumnya bekerja dengan efektif tanpa menimbulkan efek samping berarti, tapi kemungkinan terjadinya reaksi yang berbahaya tetap ada.

Dilansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) ada efek samping imunisasi yang mungkin terjadi.

Efek samping ringan yang umum terjadi

Biasanya imunisasi hepatitis A hanya menimbulkan efek samping ringan yang tidak membahayakan, seperti:

  • Kemerahan di area yang disuntik
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Kondisi di atas biasanya timbul segera setelah imunisasi selesai diberikan dan akan hilang sendiri 1-2 hari. Dokter akan menjelaskan reaksi ini lebih detail saat konsultasi.

Efek samping berat yang sangat langka

Pemberian vaksin dapat memicu terjadinya reaksi alergi yang cukup serius, meski sangat jarang terjadi. Rasio kemungkinan 1 diantara 1 juta dosis vaksin yang diberikan, tapi reaksi ini dapat berlangsung dalam beberapa menit saja setelah vaksin diberikan.

Reaksi yang muncul yaitu:

  • Pembengkakan di wajah
  • Tubuh menggigil
  • Kesulitan bernapas
  • Jantung berdegup kencang

Selain itu, beberapa orang bisa pingsan setelah menjalani vaksin. Untuk mengatasinya, berbaringlah selama 15 menit setelah melakukan imunisasi hepatitis A. 

Cara ini bisa membantu untuk mencegah pingsan dan terluka akibat terjatuh. Beritahu dokter bila mengalami pusing, pandangan kabur, atau telinga mendengung.

Namun hal yang harus diingat adalah efek samping anak yang tidak diimunisasi atau anak terlambat imunisasi lebih besar dibanding yang mendapat vaksin. Maka, penting untuk orangtua memberikan pencegahan agar si kecil tidak tertular dan menyebarkan penyakit berbahaya.

Itulah tadi informasi dari joker123 mengenai Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya oleh - jasalayanankesehatan.live dan sekianlah artikel dari kami jasalayanankesehatan.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya oleh - jasalayanankesehatan.live

By LayananKlinik24.online - Membahas Informasi Kesehatan →

Halo sahabat selamat datang di website jasalayanankesehatan.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kasus Baru Covid-19 di indonesia Alami Penurunan 11% oleh - jasalayanankesehatan.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.22″ transparent_background=”off” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” max_width=”700px” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_post_title comments=”off” _builder_version=”3.0.87″ parallax_effect=”off” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”][/et_pb_post_title][et_pb_text _builder_version=”4.4.5″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” z_index_tablet=”500″ use_border_color=”off”]

Dilansir dari detik News Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo menyebut laju kasus baru virus Corona di Indonesia mengalami penurunan sebesar 11%. dalam konferensi video seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (4/5).

Teramati dari situs corona.jakarta.go.id, Senin (4/5/2020), kasus baru pada hari ini tercatat ada 55 kasus. Terakhir kali Jakarta mencatatkan kasus baru yang lebih rendah dari hari ini adalah pada 31 Maret lalu dengan 14 kasus baru.

Berikut adalah catatan jumlah kasus baru, atau penambahan kasus positif COVID-19 per harinya, dalam sepekan terakhir di Jakarta:

  • 28 April: 118 kasus baru
  • 29 April: 83 kasus baru
  • 30 April: 105 kasus baru
  • 1 Mei: 145 kasus baru
  • 2 Mei: 72 kasus baru
  • 3 Mei: 62 kasus baru
  • 4 Mei: 55 kasus baru

Kasus Baru Covid-19

Epidemiolog soal Laju Kasus Baru Corona Turun 11%: Waspada Jumlah Tesnya

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai laju kasus baru virus Corona di Indonesia yang mengalami penurunan sebesar 11% perlu diwaspadai. Dikhawatirkan penurunan itu hanya tergantung pada jumlah kasus positif pada jumlah tes yang dilakukan.

“Yang perlu diwaspadai adalah satu, jumlah tesnya. Jadi kita hanya bisa interpretasi data itu secara benar kalau kita tahu jumlah yang dites per harinya berapa. Karena jumlah yang positif kan tergantung jumlah yang dites, kalau jumlah tes turun, positifnya pasti turun juga, nah kita harus bandingan dengan jumlah yang ditesnya,” kata epidemiolog FKM UI, Iwan Ariawan saat dihubungi Rolando Fransiscus Sihombing detik news, Senin (4/5/2020).

Hal yang perlu diwaspadai kedua adalah penurunan itu bisa saja hanya berdasarkan data satu atau dua hari. Iwan menilai terlalu dini bila angka tersebut berdasarkan waktu yang singkat.

“Kemudian kita harus hati-hati kalau baru turun 1 atau 2 titik, 1 atau 2 hari gitu ya. Itu bisa saja cuma variasi saja, nanti bisa naik lagi. Jadi terlalu dini kalau kita lihat 1 atau 2 hari atau 3 hari turun kita mengatakan itu sudah turun,” ujar Iwan.

“Kita berharap semoga turun, tapi masih terlalu dini untuk mengatakan itu sudah turun,” imbuhnya.

Soal penurunan kasus Corona di Jakarta, Gubernur Anies Baswedan pernah mengatakan ini bukan berarti Jakarta sudah terbebas dari COVID-19. Masyarakat Jakarta masih harus bertempur melawan virus Corona.

“Ini tidak boleh diartikan sebagai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)-nya kendor, harus kita lebih disiplin, harus kita lebih ketat, karena masih ditemukan kasus-kasus positif di masyarakat,” kata Anies dalam jumpa pers evaluasi PSBB yang disiarkan langsung di YouTube Pemprov DKI, Jumat (1/5) kemarin.

Source:

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Itulah tadi informasi dari judi poker mengenai Kasus Baru Covid-19 di indonesia Alami Penurunan 11% oleh - jasalayanankesehatan.live dan sekianlah artikel dari kami jasalayanankesehatan.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Kasus Baru Covid-19 di indonesia Alami Penurunan 11% oleh - jasalayanankesehatan.live

By LayananKlinik24.online - Membahas Informasi Kesehatan →

Halo sahabat selamat datang di website jasalayanankesehatan.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan oleh - jasalayanankesehatan.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris berhasil memicu terbentuknya antibodi dan sel-T pada peserta uji klinis. Antibodi dan sel-T adalah bala tentara dalam tubuh yang mampu mendeteksi dan melawan virus jahat yang akan menginfeksi organ tubuh.

Penelitian ini masih belum selesai dan harus dilanjutkan ke tahap uji klinis selanjutnya, tapi pemerintah Inggris percaya vaksin ini akan berhasil melewati 2 tahapan uji klinis selanjutnya. Mereka bahkan telah memesan 100 juta dosis vaksin. 

Perkembangan vaksin COVID-19 dari Oxford

Vaksin covid-19 oxford

Peneliti University of Oxford berkolaborasi dengan perusahaan “Astrazeneca” telah merilis hasil uji klinis vaksin COVID-19 fase 1/2 di The Lancet pada Senin (20/7). 

Hasilnya, vaksin Oxford ini merespons sel-T dalam waktu 14 hari dan merespons antibodi dalam waktu 28 hari. Antibodi dan sel-T ini terbentuk pada sebagian besar peserta setelah disuntikkan vaksin satu kali dan pada semua peserta setelah suntikan kedua.

Antibodi adalah protein kecil yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh dan menempel pada permukaan virus. Antibodi ini dapat menetralisir atau menonaktifkan virus yang membahayakan tubuh. Sedangkan sel-T adalah sejenis darah putih yang bisa mengidentifikasi sel tubuh yang telah terinfeksi virus dan menghancurkannya.

“Sistem kekebalan tubuh mempunyai dua cara untuk menemukan dan menyerang patogen (virus) yakni respons antibodi dan sel-T. Vaksin ini dimaksudkan untuk membentuk keduanya, sehingga dapat menyerang virus yang beredar di dalam tubuh, serta menyerang sel yang telah terinfeksi,” ujar ketua peneliti Dr. Andrew Pollard.

Dari penelitian ini, diharapkan sistem kekebalan dapat “mengingat” virus, sehingga vaksin Oxford tersebut akan melindungi orang untuk jangka waktu yang lama.

“Namun, kami perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa vaksin melindungi secara efektif terhadap infeksi SARS-CoV-2, dan untuk berapa lama perlindungan berlangsung,” lanjutnya.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

95,418

Terkonfirmasi

53,945

Sembuh

4,665

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Langkah uji klinis selanjutnya sampai vaksin siap diproduksi

Vaksin untuk kanker covid-19 oxford

Sejauh ini hasil uji klinis terbilang menjanjikan. Tapi masih dibutuhkan uji klinis lanjutan untuk memastikan vaksin ini cukup aman untuk diberikan kepada semua orang. 

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk dapat memastikan apakah vaksin kami akan membantu penanganan pandemi COVID-19,” Profesor Sarah Gilbert, peneliti dari University of Oxford.

Saat ini belum jelas seberapa efektif kinerja vaksin pada orang yang lebih tua dan orang dengan penyakit penyerta. 

Uji vaksin yang disebut “ChAdOx1 nCoV-19” ini melibatkan 1.077 peserta berusia 18 hingga 55 tahun. Pengujian dilakukan di lima rumah sakit di Inggris sejak April hingga akhir Mei 2020.

Studi ini juga belum dapat menunjukkan apakah vaksin Oxford dapat mencegah orang menjadi sakit atau mengurangi gejala infeksi COVID-19. 

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC), uji klinis pada vaksin diwajibkan melalui 3 fase uji. Fase 1 biasanya mempelajari sejumlah kecil orang untuk mengetahui apakah vaksin tersebut aman dan memunculkan respons antibodi.

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Pada fase 2, studi diperluas dan vaksin diberikan kepada orang-orang yang memiliki karakteristik seperti usia dan kesehatan fisik mirip dengan orang yang menjadi sasaran infeksi. Fase ketiga dilakukan kepada sejumlah besar orang untuk diuji ulang kemanjuran, keamanan, dan keselamatan peserta uji.

Selanjutnya, peneliti akan melakukan uji klinis tahap selanjutnya pada lebih dari 10.000 orang peserta di Inggris. Penelitian juga akan diperluas ke negara lain di luar Inggris, karena di Inggris tidak memiliki cukup banyak kasus penularan COVID-19. 

Cara paling efektif dalam uji klinis lanjutan adalah dengan mengujinya di zona merah atau wilayah dengan angka penularan yang tinggi.

Rencananya uji klinis pada vaksin ini akan dilakukan besar-besaran, melibatkan 30.000 orang di Amerika Serikat, 2.000 orang di Afrika Selatan, dan 5.000 orang di Brasil.

Peneliti Oxford juga akan melakukan uji tantang, yakni peserta yang telah disuntikkan vaksin dengan sengaja ditularkan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Namun masih ada masalah etik karena kurangnya penanganan medis pada pasien COVID-19. 

Kapan vaksin akan siap digunakan?

vaksin pneumonia

Peneliti mengatakan jika lolos semua uji klinis, vaksin COVID-19 Oxford ini paling cepat akan siap diproduksi pada awal September 2020. Perusahaan AstraZeneca mematok target siap memproduksi vaksin secara masal pada akhir 2020. 

Perusahaan juga telah meneken perjanjian kerjasama dengan berbagai negara untuk memastikan mereka mendapatkan vaksin dengan dosis yang cukup. 

Selain Astrazeneca, ada beberapa perusahaan lain yang juga sedang bekerjasama dengan lembaga yang sedang mengembangkan vaksin. Mayoritas dari mereka juga mematok target menyelesaikan dan lolos uji pada akhir tahun dan selesai produksi di awal tahun 2021. 

Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), setidaknya ada calon vaksin COVID-19 yang saat ini dalam proses uji klinis di seluruh dunia.  Di antaranya vaksin COVID-19 Moderna (Amerika Serikat) dan Sinovac Biotech (China) yang berencana bekerjasama dengan Bio Farma Indonesia dalam uji klinis fase 3.

Itulah tadi informasi dari agen poker online mengenai Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan oleh - jasalayanankesehatan.live dan sekianlah artikel dari kami jasalayanankesehatan.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan oleh - jasalayanankesehatan.live

By LayananKlinik24.online - Membahas Informasi Kesehatan →

Halo sahabat selamat datang di website jasalayanankesehatan.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Berbagai Penyebab Bronkitis yang Perlu Anda Waspadai oleh - jasalayanankesehatan.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyakit bronkitis merupakan peradangan pada saluran pernapasan yang membawa udara dari dan menuju paru-paru. Bronkitis dapat bersifat akut atau kronis, yang bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mengetahui penyebabnya secara pasti dapat membantu Anda mendapatkan pengobatan bronkitis yang tepat dan terhindar dari komplikasi bronkitis. Simak ulasan tentang apa penyebab penyakit bronkitis di bawah ini.

Apa penyebab penyakit bronkitis?

Jika Anda mengidap penyakit bronkitis, sel-sel yang melapisi bronkus menjadi terinfeksi. Infeksi biasanya dimulai di hidung atau tenggorokan, kemudian berlanjut ke saluran bronkial.

Ketika tubuh mencoba melawan infeksi, tabung bronkial akan membengkak. Inilah yang kemudian menyebabkan Anda batuk berdahak, atau terkadang batuk kering.

Pembengkakan itu kemudian mempersempit saluran pernapasan Anda. Akibatnya, aliran udara jadi terhambat. Akhirnya, muncullah gejala bronkitis, seperti mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sesak dada, dan sesak napas.

Penyebab bronkitis dapat dijelaskan berdasarkan jenisnya, yaitu akut dan kronis. Simak penjelasannya berikut ini.

Bronkitis akut

Bronkitis akut merupakan peradangan pada selaput saluran bronkial yang terjadi dalam waktu singkat. Penyebab bronkitis ini biasanya terjadi karena infeksi virus dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Penyakit bronkitis akut biasanya jarang disebabkan oleh infeksi bakteri. Virus yang umumnya menyebabkan bronkitis akut adalah:

  • Rhinovirus
  • Enterovirus
  • Influenza A dan B
  • Parainfluenza
  • Coronavirus
  • Metapneumovirus manusia
  • Virus syncytial pernapasan

Sekitar 95% bronkitis akut pada orang dewasa sehat berasal dari virus. Namun, beberapa kasus bronkitis menunjukkan bahwa alergi, iritasi, dan bakteri juga bisa menjadi penyebabnya. Iritasi yang dimaksud biasanya terjadi karena menghirup asap, udara tercemar, debu, dan lainya.

Dikutip dari American Family Physician, hanya 1-10% kasus bronkitis akut disebabkan oleh bakteri. Meski langka, berikut adalah jenis-jenis bakteri yang menjadi penyebab penyakit bronkitis akut:

  • Mycoplasma pneumoniae
  • Chlamydophila pneumoniae
  • Bordetella pertussis  

Bronkitis akut merupakan penyakit menular. Itu sebabnya, setiap kali Anda mulai batuk, penting untuk menutup hidung dan mulut Anda dengan siku atau sapu tangan, alias menjalankan etika batuk.

Anda juga sebaiknya menghindari memegang wajah serta rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol. Hal ini lantaran virus dan bakteri penyebab bronkitis akut dapat menyebar melalui sentuhan (seperti jabat tangan) serta dengan mencemari udara yang dihirup orang lain.

Bronkitis kronis

gejala bronkitis kronis adalah

Kebalikan dari akut, bronkitis kronis merupakan peradangan yang berlangsung lebih dari 3 bulan dalam kurun waktu 2 tahun. Kondisi ini dapat berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Peradangan terus terjadi dan menyebabkan munculnya lendir, sel-sel yang meradang, dan saluran yang menyempit atau kaku.

Hal itu membuat Anda sulit bernapas. Bronkitis kronis sering dianggap menjadi bagian dari kondisi serius yang disebut penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). 

Ada banyak penyebab bronkitis kronis, tetapi penyebab paling utama adalah paparan asap rokok, baik merokok aktif atau pun pasif. Iritasi yang Anda hirup ke saluran pernapasan, seperti kabut asap, polusi industri, dan bahan kimia beracun juga dapat menyebabkan bronkitis kronis.

Apa saja faktor risiko penyebab bronkitis?

Faktor-faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena bronkitis:

1. Merokok

dampak merokok pada sakit PPOK

Orang yang merokok atau tinggal berdekatan dengan perokok mempunyai risiko lebih tinggi untuk memiliki kena bronkitis akut ataupun kronis. Merokok memang jadi penyebab bronkitis yang paling sering. Namun, bronkitis juga bisa saja terjadi pada mereka yang tidak merokok

Dikutip dari US department of Health and Human Services, wanita yang merokok mungkin lebih berisiko terkena bronkitis daripada pria perokok. Mereka yang berusia lebih tua dan sering terkena asap rokok juga memiliki risiko tinggi terkena bronkitis.

Jurnal yang diterbitkan oleh Respiratory Medicine menyebutkan bahwa sebanyak 50% perokok menunjukkan gejala bronkitis kronis. Satu dari lima di antaranya terkena PPOK. Pada orang yang berhenti merokok, risiko penyebab bronkitis kronis dan PPOK dapat menurun dalam 10 tahun, hingga seperti orang yang tidak merokok.

2. Mengonsumsi alkohol

Selain merokok, faktor lain yang dapat menjadi penyebab bronkitis adalah mengonsumsi alkohol. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda terkena bronkitis dan merusak fungsi paru-paru secara umum.

Penyalahgunaan alkohol juga dapat meningkatkan risiko dua kali lipat Anda terkena bronkitis.

Menguak Segudang Efek Buruk Alkohol Pada Tubuh

3. Status sosial ekonomi yang rendah

Jurnal yang dipublikasikan US Department of Health and Human Services menyebutkan bronkitis dan batuk yang tak kunjung sembuh sangat berkaitan dengan merokok, konsumsi alkohol, dan status sosial ekonomi yang buruk.

Sementara itu, European Respiratory Journal juga pernah menerbitkan penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan terhadap risiko terkena bronkitis. Penelitian itu menyebutkan bahwa tingkat pendidikan yang lebih rendah menciptakan peningkatan risiko terkena bronkitis kronis.

Efek kemiskinan yang memengaruhi status gizi juga terbukti meningkatkan risiko terhadap infeksi dan perkembangan penyakit paru-paru, termasuk, bronkitis, pada bayi dan anak-anak. 

4. Sistem kekebalan tubuh lemah

Sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin disebabkan oleh penyakit akut lainnya, seperti pilek atau kondisi kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Orang lanjut usia, bayi, dan anak kecil berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi, termasuk bronkitis.

American Lung Association menyebut bahwa sistem kekebalan tubuh Anda dapat mengatasi infeksi yang menyebabkan bronkitis. Namun, sistem kekebalan tubuh yang lemah atau kondisi akut lainnya dapat menghambat proses alami tersebut.

5. Lingkungan dengan kualitas udara yang buruk

Dampak dari polusi udara pada kebahagiaan

Anda memiliki risiko yang lebih besar kena bronkitis jika bekerja pada lingkungan yang dapat mengiritasi paru-paru Anda, seperti pengolahan biji-bijian, tekstil, atau zat kimia lainnya.

Menghirup hidrogen sulfida dapat memengaruhi pernapasan bagian bawah dengan menimbulkan gejala berupa batuk, sesak napas, hingga perdarahan bronkial atau paru-paru. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, bahan kimia tersebut dapat menyebabkan bronkitis dan penumpukan cairan di paru-paru.

Penelitian di Finlandia yang dijabarkan Respiratory Medicine menyebutkan bahwa bronkitis kronis tiga kali lebih banyak terjadi pada petani, meski mereka tidak terlalu ketergantungan terhadap merokok. Angka kejadian bronkitis kronis juga lebih tinggi pada orang-orang yang bekerja di peternakan hewan daripada di peternakan gandum.

6. Refluks asam lambung

Tak hanya masalah pernapasan, sakit perut akibat refluks asam lambung juga bisa mengiritasi tenggorokan dan membuat Anda lebih berisiko terserang bronkitis. Penyakit GERD juga bisa menjadi salah satu penyebab bronkitis akut ketika asam lambung masuk ke saluran pernapasan.

Segera konsultasikan diri Anda jika mengalami batuk yang tak kunjung membaik selama lebih dari dua minggu dan merasakan adanya cairan pahit di dalam mulut Anda. Gejala tersebut mungkin pertanda Anda mengalami GERD.

7. Tidak melakukan vaksin

Virus influenza merupakan penyebab utama bronkitis akut. Oleh karena itu, mendapatkan vaksin flu tahunan membantu Anda terhindar dari virus tersebut. Beberapa vaksin yang dapat melindungi Anda dari pneumonia mungkin juga membantu pencegahan bronkitis.

Vaksin flu dan vaksin pneumonia direkomendasikan terutama untuk orang dewasa berusia lebih dari 65 tahun, anak-anak berusia di bawah 2 tahun, wanita hamil, serta penghuni perawatan kesehatan jangka panjang.

Itulah tadi informasi dari daftar poker online mengenai Berbagai Penyebab Bronkitis yang Perlu Anda Waspadai oleh - jasalayanankesehatan.live dan sekianlah artikel dari kami jasalayanankesehatan.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Berbagai Penyebab Bronkitis yang Perlu Anda Waspadai oleh - jasalayanankesehatan.live

By LayananKlinik24.online - Membahas Informasi Kesehatan →

Halo sahabat selamat datang di website jasalayanankesehatan.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh oleh - jasalayanankesehatan.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Baik bagi pria dan wanita, orgasme merupakan suatu pengalaman seksual yang cukup intens. Namun, tak semua orang pernah mengalaminya, apalagi wanita. Jadi buat Anda yang pernah atau sudah sering orgasme, sudah sepatutnya bersyukur. Psst, tapi tahukah Anda kalau ada juga orang yang bisa orgasme tanpa disentuh sama sekali?

Di saat ada orang yang sangat mendambakan orgasme, orang-orang dengan kondisi tertentu malah bisa orgasme tanpa sentuhan atau stimulasi seksual di area intimnya. Ingin tahu bagaimana bisa seseorang orgasme tanpa disentuh? Ini dia penjelasannya.

Apa itu orgasme?

Pada pria, orgasme terjadi ketika otot-otot di sekitar penis dan anus mengalami kontraksi hebat. Kontraksi ini biasanya diikuti dengan ejakulasi atau keluarnya cairan mani dari ujung penis. Kontraksi otot dan ejakulasi dibaca oleh otak sebagai suatu pengalaman yang sungguh nikmat.

Serupa dengan orgasme pria, orgasme pada wanita juga melibatkan kontraksi dan produksi cairan. Ketika mendapatkan rangsangan seksual, rahim, lubang vagina, dan anus akan berkontraksi secara dahsyat. Hal ini juga biasanya disertai dengan keluarnya cairan lubrikasi (pelumas) alami vagina supaya seks jadi lebih mudah.

Penyebab seseorang bisa orgasme tanpa disentuh

Untuk mencapai titik klimaks alias orgasme, biasanya pria dan wanita membutuhkan rangsangan seksual berupa sentuhan, ciuman, atau belaian. Terutama di area intim Anda. Akan tetapi, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, seseorang bisa saja orgasme tanpa disentuh atau dirangsang secara seksual. Ini dia tiga kemungkinan penyebabnya.

1. Gangguan pada kelamin

Ya, orgasme tanpa rangsangan atau gairah seksual bsia disebabkan oleh gangguan medis yang dikenal dengan sebutan Persistent Genital Arousal Disorder atau PGAD. Artinya secara harafiah adalah gangguan rangsangan kelamin tanpa henti. Belum banyak penelitian yang mengupas tuntas kondisi ini, tetapi para ahli melaporkan bahwa gejalanya antara lain kontraksi terus-menerus di bagian kelamin tanpa bisa dikendalikan.

Kebanyakan pengidap gangguan ini adalah wanita. Pada laki-laki, kondisi yang serupa disebut sebagai ereksi spontan. Akan tetapi, ereksi spontan belum tentu membuat pengidapnya sampai orgasme.

Pada orang dengan PGAD, aktivitas sehari-hari jadi terganggu karena rangsangan atau orgasme ini. Bayangkan saja, memasak atau mengemudi pasti jadih lebih sulit bila vagina basah dan berkontraksi terus. Padahal, mereka tidak sedang memikirkan hal-hal berbau seks dan tidak sedang menyentuh area sensitif pada tubuh mereka sama sekali. Rangsangan ini muncul begitu saja.

Menurut para ahli, kelainan saraf dan gangguan hormon adalah beberapa faktor risiko PGAD. Untuk mengendalikan gejalanya, orang dengan PGAD membutuhkan beberapa jenis obat, misalnya obat antidepresan dan obat bius untuk membuat area tertentu mati rasa.  

2. Mimpi basah

Saat pria dan wanita mimpi basah, tak perlu ada sentuhan atau rangsangan seksual sama sekali untuk memicu orgasme. Anda mungkin memang bermimpi erotis, tetapi organ intim Anda bisa berkontraksi dan berejakulasi dengan sendirinya.

Bagi sebagian orang, mimpi basah bahkan tidak perlu disertai mimpi apa pun. Anda mungkin terbangun dan mendapati penis atau vagina dalam keadaan basah. Biasanya ini disebabkan oleh aliran darah yang menuju ke penis dan vagina, memberikan sensasi nikmat seolah berhubungan seks.

3. Rangsangan dari pikiran

Tanpa Anda sadari, aktivitas seksual manusia sangat bergantung pada otak. Saking besarnya peran otak dalam seks, pakar kesehatan seksual dan penulis buku dr. Ian Kerner menyatakan bahwa otak adalah organ seksual terhebat manusia.

Hal ini ada benarnya, karena sebagian orang memang bisa mencapai orgasme tanpa sentuhan. Tak perlu rangsangan fisik, Anda hanya butuh imajinasi yang kuat untuk orgasme. Ya, Anda bisa orgasme hanya dengan membayangkan seks atau rangsangan fisik, tanpa benar-benar bercinta atau menerima stimulasi.

Imajinasi yang mendetail dan kuat ini akan menipu otak, seolah-olah Anda benar-benar berhubungan seks di dunia nyata. Maka, tubuh pun akan bereaksi dengan cara orgasme. Orang-orang yang sering melatih diri untuk orgasme tanpa sentuhan sering menyebut praktik ini mirip meditasi. Namun, sejauh ini pria jarang berhasil orgasme hanya dengan berimajinasi. Wanitalah yang lebih sukses orgasme hanya lewat rangsangan pikiran.

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai 3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh oleh - jasalayanankesehatan.live dan sekianlah artikel dari kami jasalayanankesehatan.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh oleh - jasalayanankesehatan.live

By LayananKlinik24.online - Membahas Informasi Kesehatan →

Halo sahabat selamat datang di website jasalayanankesehatan.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi? oleh - jasalayanankesehatan.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sebagian besar orangtua memberikan susu formula sapi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sementara itu, untuk anak yang alergi susu sapi, biasanya disarankan dokter untuk mengonsumsi susu formula soya sebagai pengganti nutrisi. Namun, apakah susu formula soya hanya bisa dikonsumsi anak yang memiliki alergi protein susu sapi?

Susu formula soya bisa dikonsumsi anak yang tidak alergi protein susu sapi

susu penambah berat badan anak balita

Pemenuhan nutrisi menjadi bagian penting bagi si kecil dalam masa tumbuh kembangnya. Nutrisi secara lengkap bisa diperoleh dari makanan atau minuman yang dikonsumsinya. Salah satunya melalui susu.

Rata-rata anak bisa memperoleh nutrisi tambahan dari susu formula sapi, selain menerima asupan nutrisi dari sayur dan buah-buahan. Bagi anak yang memiliki alergi protein susu sapi, biasanya orangtua memenuhi kebutuhan anak dengan susu formula soya.

Ternyata susu formula soya tidak hanya untuk anak yang alergi susu sapi. Misalnya, dalam kasus tertentu, susu formula soya bisa dikonsumsi anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan gaya hidup pola makan vegetarian atau keluarga yang beralih ke pola hidup sehat yang mulai menambahkan konsumsi protein nabati ke dalam menu makanan keluarganya.

Sebuah studi dari jurnal Pediatrics yang dilakukan oleh Andres dan kawan-kawan, membandingkan dua kelompok perkembangan anak 1 tahun yang diberikan susu formula soya dan susu formula sapi. Hasil menunjukkan, tidak ada perbedaan yang signifikan di antara pemberian keduanya.

Anak yang diberikan susu formula soya dan sapi memiliki perkembangan kognitif yang sama. Dengan begitu, dapat dikatakan susu formula soya memiliki kebaikan yang sama dengan pemberian susu formula sapi untuk tumbuh-kembang si kecil

Ditilik dari nutrisinya, susu formula soya terbuat dari protein isolat yang memiliki kandungan protein 2,2 sampai 2,6 g/100 kkal. Protein ini lebih tinggi dari susu formula sapi. Walaupun begitu, si kecil yang mengonsumsi formula soya menunjukkan pertumbuhan yang setara dengan bayi yang mengonsumsi susu formula sapi.

Mengetahui nutrisi dan manfaat susu formula soya untuk anak

protein untuk anak saat puasa

Susu formula soya mengandung protein isolat kedelai dan bahan-bahan lainnya yang telah difortifikasi untuk melengkapi kebutuhan gizi anak.

Susu formula soya memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, sama baiknya dengan susu formula sapi. Dengan begitu si kecil bisa tetap mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Namun, tidak semua susu formula soya memiliki kandungan yang sama. Pastikan Ibu memperhatikan nutrisi yang terdapat di dalam susu formula soya agar kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi. Ada beberapa kandungan penting yang sebaiknya ada di dalam formula soya, seperti tinggi serat, prebiotik, asam lemak omega 3 dan 6, isolat protein soya, serta vitamin dan mineral.

Kelengkapan kandungan tersebut dapat melindungi fungsi sistem pencernaan, mendukung kemampuan berpikir, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.  

Selanjutnya, pastikan memilih whole soya milk, bukan low atau non-fat, supaya si kecil tidak kekurangan energi. Sebab, balita membutuhkan lemak sebagai sumber energi pada masa tumbuh kembangnya.

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika Ibu memberikan susu formula soya tinggi serat pada anak.

  • Susu formula soya mengandung protein nabati, sehingga tidak menyebabkan alergi yang disebabkan protein susu sapi.
  • Kandungan serat yang baik melancarkan sistem pencernaan anak.
  • Rendah lemak dan kalori. Bila dikonsumsi rutin, dapat mengurangi kadar lemak jenuh, tetapi manfaat ini lebih cocok untuk orang dewasa. Sementara si kecil masih membutuhkan lemak untuk proses tumbuh kembangnya. Konsumsi formula soya bantu mengurangi risiko obesitas pada anak.
  • Menerapkan pola makan sehat, seperti vegetarian, sedini mungkin.

Susu formula soya bisa menjadi bagian pelengkap untuk nutrisi anak. Perlu diketahui, bagi keluarga vegetarian, nutrisi bisa diperoleh dari beragam makanan nabati, seperti buah dan sayur. 

Jika Ibu ingin menerapkan pola hidup ini kepada anak sedini mungkin, ada baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi perencanaan, agar nutrisi anak bisa diterima secara optimal.  

Kapan si kecil boleh beralih ke susu formula soya?

susu bayi

Bagi orangtua yang ingin mengenalkan pola hidup lebih sehat melalui konsumsi asupan berbasis tanaman, susu formula soya juga dapat diberikan kepada si kecil. Langkah ini dapat menjadi awal pengenalan yang baik untuk anak dalam menjalani gaya hidup vegetarian ke depannya. 

Selain itu, susu formula soya juga dapat diberikan untuk anak yang mengalami gejala alergi pada protein susu sapi. Anjuran susu formula soya bisa diberikan pada usia anak 1 tahun, tetapi tak terlepas dari petunjuk dokter anak. Susu formula soya sama baiknya dengan formula sapi, karena sudah dilengkapi dengan ragam nutrisi penting yang baik untuk dukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Untuk takaran pemberian susu formula anak, perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori anak berdasarkan usianya dan takaran rekomendasi dari produk susu. Namun, sebaiknya konsultasikan takaran susu formula soya dengan dokter anak untuk mendapatkan takaran yang lebih tepat.

Itulah tadi informasi mengenai Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi? oleh - jasalayanankesehatan.live dan sekianlah artikel dari kami jasalayanankesehatan.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi? oleh - jasalayanankesehatan.live

By LayananKlinik24.online - Membahas Informasi Kesehatan →

Halo sahabat selamat datang di website jasalayanankesehatan.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak? oleh - jasalayanankesehatan.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menurut data tahun 2015 dari Kementerian Kesehatan RI, penyakit cacingan memang masih menjadi masalah kesehatan yang utama dengan kejadian mencapai 28,12 persen. Mirisnya, jumlah ini masih belum dapat mewakili banyak daerah di Indonesia yang berpotensi mencapai angka lebih dari 50 persen. Jika dibiarkan, infeksi cacing berulang pada anak bisa berujung pada kegagalan pertumbuhan atau stunting. Bagaimana infeksi cacing menjadi salah satu penyebab stunting pada anak? Simak dalam ulasan berikut ini.

Apa itu infeksi cacing?

cacingan pada anak

Infeksi cacing merupakan penyakit yang terjadi karena adanya cacing yang bersarang di dalam usus manusia.

Cacing yang menyerang tubuh manusia bisa berbeda-beda. Misalnya cacing pita, cacing tambang, cacing kremi, ataupun cacing gelang. Masing-masing cacing ini bisa menimbulkan efek yang beragam saat menginfeksi tubuh manusia, termasuk menjadi penyebab stunting pada anak.

Siapa pun bisa terkena infeksi cacing bila ada kontak langsung antara kulit dengan tanah atau air kotor yang mengandung telur cacing.

Setelah telur cacing menembus kulit atau termakan dan masuk ke dalam tubuh, maka telur akan bergerak masuk ke pembuluh darah dan menuju ke organ dalam tubuh, seperti usus. Di dalam usus, telur cacing akan bereproduksi hingga menghasilkan jumlah yang sangat banyak.

Tak hanya itu, cacing juga akan menyerap berbagai nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini tentunya akan sangat membahayakan, terlebih bagi anak yang berusia di bawah empat tahun dalam masa pertumbuhan, karena dapat menyebabkan stunting.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang mungkin ditimbulkan saat seseorang terinfeksi cacing, yakni:

  • Mual
  • Merasa lemah
  • Nafsu makan hilang
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Pusing
  • Penurunan berat badan dan penyerapan nutrisi dari makanan bermasalah

Waspada saat ciri-ciri cacingan muncul pada Anda, anggota keluarga, dan terlebih pada anak. Jika tidak diobati dengan segera, infeksi cacing bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah lagi.

Bagaimana cacingan bisa menjadi penyebab stunting?

anak kurang mineral kekurangan mineral pada anak

Meski infeksi cacing bisa menyerang usia berapa pun, anak-anak masih memiliki risiko paling tinggi terserang penyakit ini. Sebab, anak-anak masih suka bermain di segala tempat, termasuk yang bisa jadi terkontaminasi berbagai bibit penyakit. Ditambah lagi, karena sistem kekebalan tubuh anak belum sempurna, anak-anak jadi rentan terserang penyakit.

Ada berbagai risiko kesehatan yang bisa menghantui saat anak cacingan. Salah satunya gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tubuh anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya, ini disebut stunting.

Menurut Public Library of Science, ada dua macam dampak yang ditimbulkan dari cacingan yang menyerang anak-anak, yakni anemia dan stunting. Penyebab anemia di antaranya karena kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, folat, dan vitamin B12.

Sementara pada stunting, masalah mulai ketika cacing menyerap nutrisi pada tubuh anak. Hal ini akan menyebabkan nafsu makan anak menurun, sehingga lama kelamaan anak mungkin saja mengalami masalah kekurangan gizi.

Jika masalah gizi ini tidak ditangani dengan segera, maka pertumbuhan fisik anak bisa terpengaruh. Inilah yang akhirnya jadi penyebab stunting.

Lebih jauh, kondisi ini tentu akan melemahkan fungsi otak anak, meningkatkan risiko terserang penyakit infeksi, hingga membuatnya tidak selincah anak-anak lain seusianya.

Bagaimana cara mencegah cacingan?

rumah bersih anak leukemia

Meski infeksi cacing ini terlihat menyeramkan, Anda masih bisa menurunkan risikonya sebelum penyakit ini menyerang anak hingga menjadi penyebab stunting. Simak cara-caranya berikut ini.

  • Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dengan membuang sampah pada tempatnya dan memastikan drainase air limbah mengalir dengan lancar
  • Selalu buang air besar di toilet
  • Selalu masak daging ikan, sapi, dan makanan laut sampai matang. Hindari mengonsumsinya dalam keadaan mentah
  • Rebus air sampai matang sebelum diminum
  • Selalu cuci tangan dan kaki menggunakan sabun dan air bersih, sebelum dan setelah memegang sesuatu, saat makan, dan dari toilet
  • Rutin membersihkan dan memotong kuku tangan dan kaki si kecil
  • Biasakan anak untuk selalu menggunakan alas kaki setiap hendak keluar rumah
  • Selalu tutup makanan agar tidak dihinggapi hewan yang bisa menyebarkan kuman penyakit
  • Minum obat cacing sesuai dosis penggunaannya

Bagi anak yang sulit untuk minum obat, sekarang ini terdapat jenis obat cacing berbentuk cair dengan ragam varian rasa, seperti rasa jeruk. Dengan demikian, anak mungkin tidak menyadari sedang minum obat karena rasanya yang enak. 

Jika merasa khawatir ketika anak mengalami masalah kesehatan, baik ringan ataupun berat, Anda dapat selalu memeriksakannya ke dokter atau pelayanan kesehatan terkait.

Semua langkah pencegahan yang telah disebutkan merupakan bagian dari gaya hidup sehat. Perlu diketahui, semua orang dapat berpotensi menjadi “carrier” penyakit cacing. 

Oleh karena itu, upayakan agar si kecil minum obat cacing setidaknya 6 bulan sekali sebagai langkah pencegahan. Gaya hidup sehat perlu diterapkan oleh semua anggota keluarga dan orang-orang terdekat agar infeksi cacing tidak mudah menyerang. Ayo saling jaga!

Itulah tadi informasi mengenai Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak? oleh - jasalayanankesehatan.live dan sekianlah artikel dari kami jasalayanankesehatan.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak? oleh - jasalayanankesehatan.live

By LayananKlinik24.online - Membahas Informasi Kesehatan →